kursus komputer

Opini

Seni, Kesenangan yang Terabaikan?

Indonesia Culture/ dok. teknoinfo.web.id

Jika Anda diminta berpendapat mengenai “Apa itu seni budaya?“ maka gambaran apakah yang akan muncul pertama kali dalam benak Anda?

Ya, kebanyakan orang akan menemukan visualisasi seni budaya dalam bentuk seni tari tradisional, musik tradisional, sastra kuno, serta benda-benda peninggalan nenek moyang yang masih tersisa. Namun, pernahkan Anda berpikir di luar konteks tersebut? Memang membutuhkan suatu kejelian untuk memaknai seni budaya dalam sudut pandang yang berbeda.

Definisi seni budaya itu sendiri sangatlah umum, yaitu perihal kesenian dan kebudayaan. Definisi ini memiliki cakupan yang sangat luas sehingga memungkinkan banyak hal bisa digolongkan sebagai seni budaya. Seni budaya, selain yang disebutkan di atas, juga dapat meliputi upacara-upacara adat, tatanan/hirarki peninggalan kerajaan, pasar-pasar dan tempat peninggalan nenek moyang, permainan tradisional, pakaian tradisional, dan lain-lain. Hal menarik yang perlu diperhatikan adalah bahwa permainan tradisional juga bisa digolongkan dalam seni budaya yang perlu dilestarikan. Di Indonesia sendiri terdapat bermacam-macam suku dengan seni budaya yang berbeda-beda dan permainan tradisional yang beragam. Jika kita ditugaskan untuk mendaftar jenis-jenis permainan tradisional di Indonesia, maka itu seperti menghitung jumlah pohon di tepi-tepi jalan, sebab setiap kali kita beralih dari pohon pertama maka kita akan mendapati pohon kedua dan kemudian akan bermunculan pohon-pohon lain di sepanjang jalan yang kita susuri. Permainan tradisional di Indonesia yang sudah sering terdengar adalah permainan tradisional dari daerah Jawa, Sumatera, Bali, dan beberapa daerah lain yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, seperti dakon, hompimpah, gundhu, dan jaran-jaranan. Sedangkan permainan tradisional dari daerah-daerah terbelakang dan terpencil di Indonesia masih jarang, bahkan banyak yang belum pernah terekspos di kalangan mayoritas masyarakat Indonesia.

 Indonesia, negara yang kaya akan potensi seni budaya, belum bisa menghargai seni budaya tersebut, apalagi menggunakan potensinya. Di Indonesia, permainan tradisional mulai ditinggalkan oleh masyarakat, baik dari masyarakat golongan tua maupun muda. Masyarakat sekarang ini dimabukkan oleh tren dunia barat, dimana teknologi dan kemodernan digaungkan. Alih-alih untuk bisa dikatakan masyarakat modern dan melek teknologi, masyarakat Indonesia mulai membuang seni budaya yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Hal itu juga yang terjadi pada seni permainan tradisional. Anak-anak sekarang dituntut oleh sistem pendidikan untuk bisa  melek teknologi dan menguasai pengetahuan yang berkiblat di dunia barat. Orang tua pun merasa lebih bangga dengan anak mereka yang bisa bermain gadget di usia dini ketimbang anak mereka hanya bisa bermain dakon (permainan tradisional suku Jawa) bersama teman-temannya.

Pemerintah Indonesia sendiri tidak terlalu peduli dengan kelestarian permainan tradisional. Di Indonesia baru ada satu museum permainan tradisional yaitu Museum Anak Kolong Tangga yang terletak di gedung Taman Budaya Yogyakarta lantai 2, tepatnya di Jalan Sriwedari No. 1, Yogyakarta. Bahkan museum ini didirikan atas inisiatif seorang seniman berkebangsaan Belgia yang bernama Rudi Corens. Museum ini memiliki lebih dari 10.000 koleksi, terdiri dari mainan, permainan, buku cerita, poster, gambar, dan lain-lain yang berasal dari Indonesia dan dunia. Museum ini tergolong sepi pengunjung.  Jika hal seperti ini dibiarkan terus menerus, maka permainan tradisional bisa hilang dan hanya sekadar pajangan di museum saja. Padahal permainan tradisional sangatlah menyenangkan untuk dimainkan. Selain itu, juga memiliki dampak positif yang sangat banyak bagi perkembangan anak baik secara fisik maupun psikis. Dengan memainkan permainan tradisional, anak berlatih untuk berkreasi, berinovasi, berekspresi, dan mengenal teman serta lingkungan sekitarnya. Melihat dampak positif yang sangat banyak tersebut, permainan tradisional dapat dijadikan salah satu metode pembelajaran di luar kelas maupun di dalam kelas. Sebagai contoh, guru dapat melatih kemampuan berhitung murid kelas 1 SD dengan memainkan permainan dakon yaitu dengan menghitung batu kerikil yang masing-masing pemain dapatkan. Selain sangat efektif untuk melatih kemampuan matematik murid, permainan ini juga dapat membuat murid menyenangi pembelajaran tersebut.

Permainan tradisional juga dapat dijadikan terobosan baru untuk membangkitkan potensi pariwisata budaya Indonesia. Wisatawan akan sangat terhibur bila disuguhkan pengalaman baru dengan mencoba permainan-permainan tradisional yang ada di daerah wisata terkait. Dengan begitu, perekonomian sekitar daerah pariwisata tersebut ikut terangkat.

“Indonesia, sejak dulu kala selalu di puja-puja bangsa.” Sepenggal lirik lagu nasional yang sepertinya tidak lagi mencerminkan Indonesia di era antah berantah ini. Namun, masih ada kemungkinan bagi Indonesia untuk maju dan berubah lebih baik, yaitu dimulai dari hal kecil seperti menghargai seni budaya bangsa sendiri. Seni budaya bukan sekadar sastra ataupun cerita masa lalu yang hanya berakhir dalam lembaran-lembaran kusam, akan tetapi melekat dalam jati diri manusia serta peradabannya. Penghargaan atas seni budaya bangsa mencerminkan penghargaan atas diri sendiri. Penghargaan akan seni budaya bisa diawali dengan pemunculan kembali pos-pos kesenian budaya, salah satunya seni permainan tradisional, sebuah maha karya seni yang mendatangkan kesenangan saat memainkannya.

 

[Syarifatul Hidayati]

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini
 
dXeg3uUWyf
2015-07-06 - 10:49:43
Mainin mini games nya seperti Beer Pong dan Beer Pourer degnan meng click Bar yang ada di Rumah Bint

Media Center STAN