Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Berita, Hard News » Wisuda STAN 2013: Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam!

Antrean Wisudawan STAN 2012

Ditemui di sela-sela acara Career Expo STAN 2013 pada Sabtu (13/04/2013), Wima Adang Nugraha, Wakil Presiden BEM STAN 2012/2013, mengabarkan perkembangan wisuda untuk mahasiswa D-3 Reguler. Dalam wawancara tersebut, ia memberi lampu kuning bagi mahasiswa yang menginginkan wisuda. Pasalnya, biaya wisuda tahun ini diperkirakan akan jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain Pemira, persiapan wisuda juga menjadi fokus kegiatan BEM STAN 2012/2013 menjelang akhir tahun kepengurusannya. Wima mengatakan bahwa berbagai pertanyaan mulai muncul dari kalangan mahasiswa terkait kejelasan wisuda untuk lulusan STAN tahun 2013.

Senin (08/04/2013) lalu, pihak BEM STAN sudah berbicara dengan Direktur STAN, Kusmanadji, terkait persiapan wisuda untuk tahun ini. Lembaga sendiri memberikan dua opsi, yakni pengambilalihan langsung segala urusan wisuda oleh Lembaga, atau pendelegasian urusan wisuda kepada mahasiswa D-4 dan D-3 Khusus. Terkait opsi pertama, yakni untuk melibatkan pegawai STAN dalam penyelenggaraan wisuda, Direktur STAN sendiri belum yakin sepenuhnya.

“Beliau juga berpikir, kalau misalnya dilaksanakan oleh pegawai (STAN), akankah (bisa) seperti wisuda tahun sebelumnya, karena jumlah pegawai juga terbatas dan tidak semuanya bisa diperbantukan untuk wisuda itu sendiri,” jelas Wima. Kualitas penyelenggaraan menjadi prioritas untuk dipertimbangkan karena wisuda akan melibatkan pejabat-pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan.

Opsi kedua dari Lembaga pun tidak menjadi pilihan yang lebih baik. Hal itu disebabkan kondisi mahasiswa D-4 dan D-3 Khusus berbeda dengan mahasiswa D-3 Reguler—yang bersedia latihan berbulan-bulan untuk persiapan wisuda jika menjadi panitia.

BEM STAN menawarkan opsi lain, yakni menyewa jasa event organizer (EO) sebagai pelaksana wisuda. Opsi tersebut tidak berarti 100% penyelenggaraan wisuda akan diambil alih oleh EO. Wima mengatakan, konseptor atau kepala bidang di kepanitiaan wisuda, jika memilih opsi ini, nantinya akan tetap ditangani oleh mahasiswa STAN sendiri.

Ia sudah bertemu dengan mahasiswa yang menjadi panitia pada wisuda tahun lalu, dan kebanyakan dari mereka sudah bersedia untuk menjadi ujung tombak penyelenggaraan Wisuda 2013. “Karena teman-teman itu merasa bertanggung jawab, mereka sudah bantu dua angkatan yang lalu untuk wisuda, terus mereka pengin bantu angkatan sendiri untuk wisuda kita,” ungkap Wima.

Mengenai progres, ia mengatakan bahwa hingga saat ini BEM STAN masih dalam tahap survei harga. BEM STAN sedang mencari komparasi biaya wisuda yang menggunakan jasa EO, baik itu wisuda di perguruan tinggi negeri, swasta, maupun kedinasan.

“Kita lagi cari, sekitar satu minggu ini kita akan cari data itu, berapa biaya yang harus kita tanggung kalau kita pakai EO,” jelasnya.

Penggunaan jasa EO sendiri, menurut Wima, dirasa kurang fleksibel karena akan melibatkan perjanjian profesional. “Pak Direktur juga bilang kayak gitu, kalau dari EO mungkin kurang fleksibel, sedangkan biasanya (pada acara) wisuda kita, ada perubahan-perubahan yang last minute. Sudah hampir mendekati pelaksanaan, biasanya ada perubahan. Itu juga perlu diantisipasi, kata beliau.”

Terkait kelebihan dan kekurangan semua opsi yang ada, BEM STAN akan mengadakan survei kepada seluruh mahasiswa STAN guna mengetahui konsep wisuda yang diinginkan. Selanjutnya BEM STAN akan mengomunikasikan hasil survei kepada pihak Lembaga.

“Insya Allah pekan depan, entah hari Senin atau Selasa, kita bakal adain survei. Survei ke seluruh mahasiswa untuk menentukan wisuda ini akan seperti apa,” ungkap Wima.

Disinggung soal biaya, Wima menegaskan bahwa sumber utama pendanaan tetap dari mahasiswa sendiri. Direktur STAN, menurut Wima, sempat mengatakan bahwa Lembaga bisa menanggung sebagian biaya. Namun Wima tidak ingin menjanjikan terlalu jauh sebab ia sendiri belum tahu apakah anggaran untuk wisuda sudah tercantum di DIPA STAN atau belum.

“Jadi kalau boleh diperkirakan, buat gambaran teman-teman juga, mungkin biaya wisuda kita bakal jauh lebih besar daripada tahun sebelumnya. Karena tadi ya, terkait dengan EO sendiri. Walaupun ini belum pasti, cuma formulasi yang paling baik itu menggunakan EO, sepertinya. Tapi kita masih komparasi,” paparnya.

Mengacu pada biaya wisuda tahun lalu yang mencapai Rp800 ribu, Wima mengimbau mahasiswa untuk bersiap-siap, “Jadi ya lampu kuninglah buat teman-teman yang pengin ada wisuda. Kalau kita melihat keadaannya, kemungkinan (biayanya) akan lebih besar daripada tahun yang lalu, dengan harapan kondisi gedung yang sama, misalnya di SICC atau di JCC.”

 

[Rizki S./Sarah K.]

Leave a Reply

© 2013 Media Center STAN · Subscribe:PostsComments · Designed by Theme Junkie · Powered by WordPress