Long March “Pelepasan Gayus”
Masih dalam rangkaian acara Speak Anniversary (Sany), Minggu (11/12), Spesialisasi Antikorupsi STAN (Speak STAN) mengadakan long march yang mengusung tema “Antikorupsi”. Selain memperingati Hari Antikorupsi, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan optimisme masyarakat terhadap lulusan STAN.

Setelah kasus Gayus Tambunan terkuak, lulusan STAN kerap menuai opini miring dari masyarakat. Status Gayus sebagai alumnus STAN sering dijadikan senjata untuk mengecap lulusan STAN sebagai orang yang kelak akan menjadi pencuri kekayaan negara. Dengan adanya long march yang mengambil rute di sekitar Kampus STAN dan daerah Bintaro sektor 7 dan 9 ini, panitia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa STAN bukanlah kampus pencetak koruptor.

“Selain ingin memperingati Hari Antikorupsi, kita juga ingin menunjukkan kepada masyarakat Bintaro dan masyarakat sekitar Tangerang kalo kita peduli pada antikorupsi, peduli pada kelangsungan bangsa ini,” terang Restu Rea Erlangga, Koordinator Pelaksana long march.
Tidak hanya mahasiswa STAN, perwakilan Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI) juga ikut berpartisipasi dalam long march ini. Perwakilan FMKI tersebut antara lain dari Akademi Meteorologi dan Geofisika, Sekolah Tinggi Sandi Negara, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, dan Sekolah Tinggi Perikanan.
Gayus Dilepas
Diiringi orasi dan puisi antikorupsi, peserta long march yang berjumlah sekitar lima puluh orang membagikan suvenir dari KPK kepada masyarakat sekitar. Suvenir tersebut berupa gantungan kunci, gelang bertuliskan “I Love Integrity”, dan selebaran tentang antikorupsi. Peserta juga turut mengajak masyarakat di sekitar rute long march untuk menandatangani kain putih berukuran 1×5 meter sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan antikorupsi.

Di Taman Bintaro sektor 7 yang merupakan akhir rute long march, dilakukan “pelepasan Gayus” secara simbolis. Pelepasan di sini bukan berarti melepaskan Gayus dari tahanan, melainkan melepaskan “bayang-bayang” Gayus yang sering dijadikan alat generalisasi normatif untuk mengidentikkan lulusan STAN dengan Gayus.
Pelepasan dilakukan dengan melepaskan foto Gayus yang terikat dengan balon ke udara. Simbolisme ini diharapkan mampu membebaskan masyarakat STAN dari “bayang-bayang” kejahatan integritas yang dilakukan oleh oknum seperti Gayus.

Tanggapan Positif
Ketika ditanya mengenai acara long march ini, masyarakat memberikan berbagai tanggapan positif.
“Acaranya sangat bagus, memotivasi untuk tidak menambah bibit-bibit para koruptor,” tutur Novi, salah satu warga Bintaro.
“Acara ini bagus untuk memperingati Hari Antikorupsi sedunia agar pejabat-pejabat yang di pemerintahan insaf. Harapan ke depan, ya semoga korupsi di Indonesia dihilangkan,” ungkap Nuradi, warga yang ikut membubuhkan tanda tangan di kain putih.
[Muamaroh H./Salsabila U.S.]
Trackback from your site.
