Antre Sejak Subuh Demi Dua Orang Pendamping

Written by admin. Posted in Berita, Hard News

Pendaftaran Wisuda telah dibuka sejak Senin (8/8) pagi. Antrean pendaftar dimulai sejak subuh. Lebih dari itu, saat sahur pun sudah ada yang mendatangi lokasi pendaftaran. Padahal, pendaftaran dijadwalkan baru dimulai pukul 08.00 WIB.

Pendaftaran Wisuda dibagi menjadi dua gelombang dan bertempat di dua gedung. Untuk hari Senin (8/8) hingga Jumat (12/8), bertempat di Gedung J, pendaftaran dibuka untuk mahasiswa spesialisasi Pajak, Kebendaharaan Negara, PBB, dan PPLN. Sementara itu, pendaftaran untuk mahasiswa spesialisasi Akuntansi dilaksanakan pada Jumat (12/8) hingga Sabtu (13/8) dan bertempat di Gedung I.

Pemisahan tersebut disebabkan jumlah mahasiswa spesialisasi Akuntansi yang cukup banyak sehingga pendaftaran harus dilakukan di lokasi terpisah. Keputusan mengenai pembagian hari didapatkan setelah Panitia Wisuda berdiskusi secara informal dengan PSAK.

“Kalau tanggal-tanggal segini, mahasiswa Akuntansi banyak yang keberatan,” ujar Reza Raditya, Kepala Bidang Registrasi dan Pendaftaran.

Dimulai Lebih Awal

Antrean yang dimulai sejak dini hari tersebut dapat dipastikan terjadi karena adanya persyaratan mengenai jumlah pendamping wisudawan, yakni hanya delapan ratus pendaftar pertama yang dapat membawa dua orang pendamping. Sisanya hanya diperkenankan untuk membawa satu orang pendamping.

Melihat antrean yang sudah panjang, acara pun dimulai lebih awal dari yang direncanakan. Menurut Reza, kesigapan panitia memungkinkan acara untuk dilaksanakan setengah jam lebih awal.

Reisca Rianda, mahasiswa kelas 3L Pajak yang mengaku telah mengantre sejak pukul enam pagi, menyayangkan ketidakjelasan antrean. “Mungkin seharusnya ada semacam nomor antrean,” ungkapnya. Selebihnya, Reisca menganggap pendaftaran Wisuda berjalan lancar.

Menghindari ketimpangan proporsi antarspesialisasi mengenai jumlah wisudawan yang boleh membawa dua orang pendamping, panitia sudah mengantisipasinya dengan membagi delapan ratus orang yang “beruntung” tersebut secara imbang.

“Kita udah membagi kuota pendamping itu untuk masing-masing spesialisasi secara proporsional,” jelas Reza.

Alasan Pembatasan

Reza mengakui, sejauh ini kendala yang dihadapi panitia hanya terletak pada kapasitas tempat wisuda yang terbatas. Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) yang sudah dapat dipastikan akan dipakai untuk wisuda tahun ini hanya mampu menampung sekitar empat ribu orang. Jumlah tersebut berbeda jauh dengan kapasitas tempat wisuda tahun lalu, SICC (Sentul International Convention Center), yang mampu menampung hingga sepuluh ribu orang.

“Karena kapasistas terbatas, kita harus membatasi jumlah pendamping. Ini yang banyak dikeluhkan oleh mahasiswa tingkat tiga,” jelas Reza.

Meski begitu, JCC yang sudah di-booking Panitia Wisuda untuk tanggal 12 Oktober mendatang memiliki beberapa keunggulan tersendiri, antara lain orang-orang yang tergabung dalam panitia wisuda tahun ini sudah memiliki banyak pengalaman di JCC dan biaya penyewaan lebih murah. Di samping itu, lokasi JCC yang strategis dapat lebih memudahkan Agus Martowardojo untuk dapat menghadiri acara Wisuda mengingat kesibukannya yang padat sebagai Menteri Keuangan.

[Rizki Saputri]

Trackback from your site.

Comments (3)

  • sepuas hati

    |

    alangkah baiknya pada kalimat terakhir ditambah kata bapak di nama menteri keuangan kita. agak lebih sopan.

    Reply

  • randy

    |

    bea cukai ga ikut dicantumkan?

    Reply

  • Rizki Saputri

    |

    Mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini, namun saat ini belum bisa diperbaiki karena website Media Center STAN sedang dalam perbaikan.

    Terima kasih atas kritik dan masukannya :)

    Reply

Leave a comment