STAN Sabet Juara II Kompetisi Debat Nasional
Tim debat STAN berhasil menyabet gelar runner up pada kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional, Bawor Cup, setelah menghadapi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada babak final. Acara yang digelar pada 17—20 Juli lalu dan bertempat di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ini diselenggarakan oleh Ndeso (Ngapak Debaters Society), komunitas debat asal Purwokerto.
Bawor Cup kali ini diikuti tidak kurang dari dua puluh perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya STAN, UI, Unpar, UGM, Universitas Bakrie, ITB, Binus, Unsoed, Unila, dan Unhas. STAN mengirimkan dua tim, yaitu Tim STAN A yang diwakilkan By Charles Butar Butar dan Hendy Prihambudi serta Tim STAN B yang diwakilkan Mochamad Fadli Kurniawan dan Fauziah Mahabbatussalma.
Sistem British Parliament
Ada dua kategori yang diperlombakan, yakni Novice Team dan Main Break. Novice Team terdiri dari peserta yang belum pernah masuk semifinal kompetisi nasional atau belum lebih dari empat kali mengikuti kompetisi, sedangkan Main Break terdiri dari peserta yang sudah berkali-kali ikut lomba dan minimal pernah masuk semifinal. Kedua tim yang didelegasikan oleh STAN berpartisipasi dalam kategori Main Break.
Dalam pelaksanaannya, Bawor Cup menggunakan sistem British Parliament. Maksudnya, dalam satu room terdapat empat tim yang akan bertanding. Empat tim tersebut dibagi menjadi empat kategori: opening government, closing government, opening opposition, dan closing opposition.
Pada babak penyisihan terdapat lima ronde dengan empat puluh tim yang akan bertanding. Sistem penilaian yang digunakan adalah sistem akumulasi poin selama lima ronde tersebut.
Selain juri profesional, juri juga diambil dari mahasiswa perguruan tinggi yang berpartisipasi. Setiap mengirimkan satu tim harus mengirimkan satu juri yang nantinya akan diakreditasi. Ada tiga kategori juri, yaitu Chair Adjudicator, Panel, dan Trainee. STAN sendiri mengajukan dua juri, yakni Melina Susilowati dan M. Iqbal Nabil.
Hasil Perlombaan
Kedua tim STAN berhasil lolos hingga babak semifinal. Namun, di babak tersebut, kedua tim bertemu dalam satu pertandingan sehingga hanya satu tim STAN yang bisa lolos ke babak final, yakni Tim STAN A.
“Nah, masalahnya waktu semifinal itu kita bentrok. Dua tim STAN itu ada di satu room. Jadi, mau enggak mau, (hanya) salah satu di antara kita yang masuk final,” ungkap Fauziah Mahabbatussalma, salah satu peserta yang mewakili Tim STAN B.
Dalam babak final, Tim STAN A berhadapan dengan Tim UI A, Tim UI C, dan Tim UGM A. Tim STAN A hanya berhasil menyabet gelar runner up, sementara posisi pertama ditempati oleh Tim UI A.
Menyoal hadiah, panitia tidak menawarkan uang tunai, tetapi mereka menyediakan biaya registrasi dan akomodasi untuk mengikuti kompetisi debat internasional World University Peace Invitational Debate (WUPID) bagi pemenang pertama kategori Main Break. Selain itu, bagi dua top speakers dan pemenang pertama kategori Novice Team disediakan biaya registrasi dan akomodasi untuk mengikuti Kuala Lumpur Open Challenge (KLOC).
[Ericha Utami P./Nadia Rizqi C.]
Trackback from your site.



Comments (5)
nesty wahyu
| #
nice, keren..lanjutkan!/
Reply
uzi
| #
bukan semifinal…jadi novice itu yang belum pernah masuk 16 besar, bisa octofinal (di asian preliminary) atau quarter final (di british preliminary)… dan pada dasarnya di BP tidak ada runner-up….juri hanya sepakat di peringkat 1….peringkat 2 dst berbeda tiap juri (juri ada 7), cuma memang kebanyakan (tdk semua) juri setelah dikonfirmasi memberi kita di peringkat 2…
but thanks anyway atas supportnya,mudah2an kami bisa mempersembahkan prestasi yang lebih gemilang lagi…:-)
Reply
Kimlaude
| #
Keren cuy…
Btw fotonya si By Charles lagi megang Rokok… -_-”
Reply
ainin
| #
eaaa…..makin terkenal aja. STAN EC ni….seneng lah…..minister nya…:)
Reply
MrSaunk
| #
Selamaat..
tapi kok yang comment kayaknya gw kenal semua yah… hhohoh…
Reply