SABC 2011: Tetap Melaju meski Banyak Kendala
STAN Accounting Badminton Championship 2011 (SABC 2011), kompetisi bulu tangkis antarmahasiswa spesialisasi Akuntansi Tingkat I dan II, telah usai digelar. Dalam final hari Rabu (20/7) lalu, Kelas 2F berhasil menjadi juara, Tim B Kelas 1I menempati posisi kedua, dan posisi ketiga diraih oleh Kelas 1Z.

Tanpa Izin Himas
SABC 2011 yang diselenggarakan sejak 7 Juli 2011 ini diadakan secara mandiri oleh mahasiswa 1E Akuntansi. Kekecewaan karena tidak kunjung terlaksananya STAN Open, kompetisi bulu tangkis yang seharusnya menjadi proker tahunan Himas, menjadi salah satu alasan penyelenggaraan SABC 2011. Ada tiga partai yang dipertandingkan, yakni tunggal putra, ganda putra, dan tunggal putri.
Nur Fakhih Widiatmoko, Koordinator Pelaksana SABC 2011, mengaku bahwa kompetisi ini diselenggarakan tanpa meminta izin dari Himas, organisasi yang menaungi mahasiswa spesialisasi Akuntansi. Hal tersebut juga diakui oleh Kabid Pora Himas, Shofianto Akmal.
“(Kelas) 1E enggak ada ngomong apa-apa ke kami, enggak ada pemberitahuan apa-apa ke kami. Mereka bener-bener independen,” jelas Shofianto.
Meski begitu, panitia mengaku telah memberikan surat pemberitahuan penyelenggaraan SABC 2011 kepada Depora BEM.
Animo Mahasiswa Cukup Besar
SABC 2011 mendapatkan animo yang cukup besar dari mahasiswa Tingkat I dan II yang memang menjadi target pesertanya. Dari target panitia yang sebanyak 32 tim, 30 tim berhasil terpenuhi. Tak hanya itu, acara ini ternyata juga direspon oleh mahasiswa Tingkat III dan D-III Khusus.
“Ternyata, Tingkat III sama yang D-III Khusus, mereka pengin ikut. Tapi, karena kita udah terlajur sounding-nya (untuk) Tingkat I sama Tingkat II, ya kita nggak bisa memenuhinya,” ungkap Fakhih.
Penyelenggaraan SABC 2011 ini pun tak lepas dari kendala. Diakui Fakhih, masih terdapat banyak kendala di sana-sini, mulai dari panitia yang sering datang terlambat, hakim garis yang teledor, hingga protes peserta terkait masalah drawing dan peraturan kompetisi.
Ketika disinggung masalah wasit yang memantau jalannya pertandingan, Fakhih mengaku bahwa wasit dan hakim garis diberi pengarahan sendiri oleh panitia. Mereka pun belajar peraturan-peraturan bulu tangkis secara autodidaktik dari hasil mengunduh halaman resmi Badminton World Federation (BWF).
Masalah waktu penyelenggaraan yang berdekatan dengan UAS, diakui Fakhih juga sempat menjadi kendala. Rencana awalnya, waktu penyelenggaraan diestimasikan selama satu bulan, dengan jadwal pertandingan hanya pada akhir pekan. Namun, akhirnya dipadatkan menjadi dua minggu saja dengan memasukkan jadwal pertandingan pada hari-hari efektif kuliah.
Meskipun cukup banyak kendala dalam pelaksanaan SABC tahun ini, Fakhih menuturkan bahwa tidak tertutup kemungkinan untuk mengadakan kompetisi yang sama tahun depan.
“Jadi, planning ke depan juga masih ada. Penginnya berkesinambungan,” pungkasnya.
[Ericha Utami Putri]
Trackback from your site.
